5 Tips Cara dan Strategi mengimbangi dominasi Online Travel Agent  

Berikut penjelasan lengkap dan komprehensif www.konsultanhotel.id mengenai bagaimana manajer hotel dapat mengimbangi penjualan kamar yang didominasi oleh Online Travel Agent (OTA) agar hotel tetap memiliki kontrol terhadap distribusi, margin, dan loyalitas tamu.

1. Latar Belakang Permasalahan

Dalam beberapa tahun terakhir, OTA online travel agent seperti Traveloka, Booking.com, Agoda, Tiket.com, dan Expedia telah menjadi sumber utama penjualan kamar hotel, terutama di Indonesia. Mereka menawarkan kemudahan pemesanan, banyak pilihan, dan promosi besar-besaran.
Namun, ketergantungan yang terlalu tinggi pada OTA dapat menimbulkan beberapa risiko:

  • Komisi tinggi (10–25%) yang menekan margin laba hotel.
  • Data tamu dimiliki OTA, bukan hotel.
  • Ketergantungan pada algoritma dan ranking OTA online travel agent
  • Sulit membangun loyalitas tamu langsung (direct loyalty).

Oleh karena itu, seorang Manajer Hotel harus mampu menyeimbangkan antara penjualan OTA dan penjualan langsung (direct booking) melalui strategi multi-channel yang cerdas.

2. Tujuan Strategi

Tujuan utama strategi ini adalah agar hotel:

  • Tetap mendapat volume penjualan optimal dari OTA online travel agent
  • Namun secara bertahap meningkatkan porsi direct booking,
  • Dan menjaga profitabilitas serta kontrol terhadap relasi tamu.

3. Strategi Operasional untuk Mengimbangi Dominasi OTA online travel agent

A. Optimalisasi Penjualan Langsung (Direct Booking)

  1. Website Resmi Hotel yang Menarik dan Fungsional

·  Gunakan Booking Engine Terintegrasi

  • Pastikan website memiliki sistem pemesanan langsung (booking engine) yang real-time, mudah digunakan, dan aman (SSL, payment gateway).
  • Gunakan teknologi seperti Cloudbeds, SiteMinder, STAAH, atau BookandLink agar sistem terhubung dengan semua channel distribusi.
  • Desain Profesional & Mobile Friendly
  • Lebih dari 70% pemesanan sekarang dilakukan lewat ponsel.
  • Website harus cepat, responsif, dan navigasinya sederhana.
  • Gunakan foto berkualitas tinggi, virtual tour kamar, dan video pengalaman menginap.
  • Tampilkan Harga dan Promo yang Transparan
  • Tampilkan Best Available Rate (BAR) secara jelas.
  • Jangan biarkan pengunjung kesulitan menemukan tombol “Book Now”.
    • Optimasi SEO (Search Engine Optimization)
  • Gunakan kata kunci seperti “hotel di Bogor dekat Puncak” atau “hotel keluarga di Cisarua”.
  • Rutin unggah artikel blog seputar wisata sekitar, tips traveling, atau promo hotel agar website mudah ditemukan di Google.
  1. Promosi Khusus untuk Direct Booking
    • Berikan value added yang tidak ditawarkan OTA, seperti:
      • Early check-in / late check-out gratis
      • Welcome drink / upgrade kamar
      • Diskon F&B atau laundry
    • Gunakan kode promo eksklusif di media sosial.
  2. Program Loyalitas (Loyalty Program)
    • Buat sistem poin atau member benefit yang berlaku hanya untuk tamu yang memesan langsung.
    • Misalnya: “Setiap 5 kali menginap, gratis 1 malam.”

B. Mengelola Hubungan dan Negosiasi dengan OTA

  1. Gunakan OTA sebagai Mitra, Bukan Penguasa
    • Tentukan target kontribusi OTA maksimal, misalnya 40–50% dari total booking, bukan 100%.
    • Pantau performa OTA melalui dashboard (Revenue per channel).
  2. Negosiasikan Komisi dan Eksklusivitas
    • Hindari kontrak eksklusif hanya dengan satu OTA.
    • Negosiasikan potongan komisi untuk volume tertentu atau promosi bersama.
  3. Kelola Paritas Harga dengan Bijak
    • Jangan jual kamar di website lebih mahal dari OTA, tapi tambahkan value tambahan pada direct booking (bukan diskon harga).
  4. Manfaatkan OTA untuk Exposure
    • Gunakan OTA untuk menjaring tamu baru, lalu arahkan tamu tersebut untuk menjadi pelanggan langsung melalui pelayanan yang memuaskan dan follow-up setelah menginap.

C. Peningkatan Brand Awareness & Digital Marketing

  1. Media Sosial dan Konten Kreatif
    • Gunakan Instagram, TikTok, YouTube untuk menampilkan pengalaman menginap, review tamu, behind the scene, dan promo eksklusif.
    • Buat narasi emosional agar calon tamu tertarik langsung ke hotel.
  2. Email Marketing dan CRM (Customer Relationship Management)
    • Kumpulkan data tamu dari check-in, survei, dan website.
    • Kirimkan newsletter dengan promo personal, ucapan ulang tahun, atau reminder event lokal.
  3. Kolaborasi dengan Influencer dan Komunitas
    • Ajak travel influencer atau komunitas lokal untuk membuat konten yang memperkuat brand hotel secara organik.

D. Pengelolaan Revenue dan Distribusi

  1. Gunakan Channel Manager
    • Pastikan harga dan ketersediaan kamar sinkron antara OTA, website, dan front office untuk menghindari overbooking.
  2. Revenue Management System (RMS)
    • Gunakan analisis data untuk menentukan harga optimal berdasarkan musim, tren permintaan, dan kompetitor.
  3. Segmentasi Pasar
    • Kombinasikan pasar OTA (leisure) dengan pasar corporate, group, dan event untuk memperkuat pendapatan di hari kerja.

4. Indikator Keberhasilan (KPI)

Untuk memastikan strategi berjalan efektif, manajer hotel dapat memantau beberapa indikator berikut:

KPITarget Ideal
Proporsi Direct Booking30–50% dari total penjualan
Average Daily Rate (ADR)Stabil atau meningkat meski dengan lebih sedikit komisi
Revenue per Available Room (RevPAR)Meningkat dari tahun sebelumnya

5. Kesimpulan

Manajer hotel tidak perlu memusuhi OTA, tetapi harus mengatur keseimbangan strategis antara OTA dan penjualan langsung.
Kuncinya adalah:

  • Gunakan OTA untuk exposure,
  • Bangun kanal direct booking untuk loyalitas,
  • Kelola harga dan pengalaman tamu dengan cerdas.

Dengan demikian, hotel dapat beroperasi lebih efisien, mempertahankan margin laba yang sehat, dan memiliki kendali penuh atas hubungan dengan tamu, kunjungi www.makshotel.com

Related Posts